Tampilkan postingan dengan label berita kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Mei 2011

vitamin c pada kiwi

Vitamin C di Kiwi 5 Kali Lebih Efektif Diserap Tubuh


Vitamin C di kiwi 5 kali lebih efektif diserap tubuh. (Foto: Dok Zespri)
Vitamin C di kiwi 5 kali lebih efektif diserap tubuh. (Foto: Dok Zespri)
KIWI, sebagai buah yang memiliki vitamin C tinggi dibanding buah-buah lainnya tak hanya baik untuk tubuh, namun vitamin C yang terdapat di kiwi juga terbukti lima kali lebih efektif diserap oleh tubuh.

Bukti ini diperkuat dengan hasil uji pra klinis yang dilakukan oleh University of Otago New Zealand, mengenai ketersediaan alami (bioavailibility) dan efikasi (kemanjuran) vitamin C dari sumber alami dibandingkan dengan vitamin C dari suplemen. Sumber alami yang digunakan dalam studi ini adalah buah kiwi Zespri Green dan Gold. Hasil studi ini telah dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition (pertama kali dipublikasi online pada Desember 2010).

Uji pra klinis ini menggunakan tikus putih pada percobaannya. Satu kelompok tikus putih diberi buah kiwi Zespri dalam bentuk gel dan kelompok lainnya diberi vitamin C yang berasal dari suplemen ke dalam air minumnya, selama satu bulan. Hasilnya, kelompok tikus yang diberi buah kiwi Zespri menunjukkan penyerapan vitamin C yang lebih efektif dan vitamin C tersebut mampu bertahan lebih lama di dalam tubuh.

"Vitamin C sangat berperan dalam tubuh, yaitu sebagai antioksidan, kofaktor untuk pembentukan kolagen dan berbagai hormon, dan peningkat sistem imun tubuh untuk mencegah berbagai penyakit. Namun, kadar vitamin C di tubuh sangat cepat menurun. Vitamin C mudah hilang dari jaringan lebih cepat dari yang dibayangkan, walaupun gejala kekurangan vitamin C tidak terlihat. Sehingga penting untuk mengonsumsi buah yang merupakan sumber vitamin C, secara teratur, agar dapat membantu menjaga kebutuhan vitamin C," kata Dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr Fiastuti Witjaksono MS SpGK, dalam siaran persnya.

Lebih lanjut Dr Fiastuti mengungkapkan, "Salah satu buah yang terbukti memiliki kandungan vitamin C yang tinggi adalah buah kiwi. Mengonsumsi dua buah kiwi sehari mencukupi lebih dari kebutuhan harian vitamin C untuk orang dewasa, di mana kandungan vitamin C pada buah kiwi dua kali lebih tinggi dibandingkan jeruk dengan perbandingan berat (gram) yang sama. Keunggulan lain kiwi, adalah kaya akan asam folat yang bermanfaat bagi ibu yang ingin hamil, juga memiliki glycaemic indeks yang rendah sehingga aman bagi penderita diabetes."

Dengan manfaat yang terkandung di dalamnya, Zespri selalu mencoba memenuhi kebutuhan masyarakat melalui uji klinis.

"Setiap tahunnya Zespri International konsisten mengadakan riset untuk mengembangkan kualitas buah kiwi Zespri. Tahun ini kami menyambut baik, suatu uji pra klinis yang diadakan oleh University of Otago dengan menggunakan vitamin C dari buah kiwi Zespri pada riset ini. Hasil riset ini tentunya menjadi bekal kami untuk meningkatkan penjualan buah kiwi Zespri di Indonesia pada tahun ini. Di Indonesia sendiri, buah kiwi Zespri dengan dua varian, Zespri Gold dan Zespri Green menjadi semakin popular," papar Judy Lee, Marketing Manager Zespri Asia.

Senada dengan Judy Lee, Yuyuh Sukmana selaku Market Development Manager untuk Indonesia mengatakan, "Penjualan tahun 2010 sekitar 1,5 juta ton, naik signifikan dari penjualan tahun 2009, sehingga tahun ini kami tingkatkan target penjulan menjadi sekitar 2,45 juta ton. Program edukasi kepada masyarakat masih menjadi andalan kami, di mana kami terus menggandeng media dalam pelaksanaan programnya. Tahun ini kami banyak melakukan program yang langsung menjangkau masyarakat."

"Tahun ini, musim ketersediaan buah kiwi Zespri di pasaran sejak bulan Mei hingga bulan September untuk buah kiwi Zespri Gold dan hingga bulan Desember untuk buah kiwi Zespri Green. Kami juga memiliki target untuk menjangkau seluruh Jawa, Bali, dan sebagian Sumatera khususnya Sumatera Utara, sebagai area distribusi buah kiwi Zespri," sambungnya.

air liur anjing bisa jadi obat

Ternyata, Air Liur Anjing Bisa Jadi Obat


Air liur anjing bisa jadi obat. (Foto: Getty Images)
Air liur anjing bisa jadi obat. (Foto: Getty Images)
ILMUWAN Inggris telah membuktikan hasil konvensional secara ilmiah bahwa binatang peliharaan, khususnya anjing, dapat menyembuhkan tuan mereka dari berbagai penyakit, bahkan dari penyakit serius. Artikel dalam jurnal Health membahas masalah ini.

Para ahli melakukan penelitian yang melibatkan lebih dari 200 keluarga. Ternyata dari proses pengamatan terhadap anjing berbagai ras dengan pemilik anjing -baik orang dewasa dan anak-anak- memiliki sejumlah hasil signifikan lebih sedikit mengalami masalah kesehatan.

Ini terutama mencakup kasus-kasus hipertensi dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Misalnya, para peneliti memberikan gambar berikut, jika orang telah menderita serangan jantung dan menghabiskan beberapa waktu dengan anjing kesayangan mereka saat sedang sembuh, 94 persen dari mereka akan menjalani pemulihan dengan cepat.

Selain itu, para ilmuwan menyatakan bahwa efek kuratif keseluruhan yang diperoleh dari berkomunikasi dengan hewan peliharaan juga memberikan dampak kesehatan. Saat membelai anjing, otot kita rileks, detak jantung melambat, dan tekanan darah akan kembali ke angka normal. Demikian yang disitat dari Genius Beauty, Sabtu (16/4/2011).

Para penulis artikel tersebut menjelaskan hal ini dengan mengatakan bahwa anjing memancarkan sejumlah besar energi murni positif karena semua proses di dalam tubuh mereka sangat aktif.

Menurut para ilmuwan, binatang berkaki empat yang menjadi sahabat terbaik manusia itu pasti ingin berbagi energi yang berlebihan dengan banyak orang. Oleh karena itu, sifat alami bagi obat mereka.

Jurnal Health menulis fakta menarik tentang air liur anjing mengandung zat obat yang disebut lisozim yang merusak sel-sel bakteri.

Dengan hasil penelitian ini, maka jika Anda sakit, jangan lupa hewan peliharaan favorit Anda dapat membantu menyembuhkannya. Hanya menghabiskan lebih banyak waktu bersama anjing peliharaan, lebih baik daripada menjalani pengobatan biasa.

Sabtu, 30 April 2011

Masakan Rumah Tangga Penyebab Keracunan Makanan Paling Banyak




img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Ratusan juta manusia menderitapenyakit menular dan tidak menular karena pangan yang tercemar. Yang mencengangkan, kebanyakan dari kasus tersebut berasal dari produk olahan rumah tangga.

"Dari data KLB (kejadian luar biasa) untuk kasus keracunan makanan, maka yang terbanyak adalah berasal dari masakan rumah tangga," jelas Dr Ir Roy Sparingga, M.App,Sc, Deputi Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM dalam acara Lokakarya Keamanan Pangan Olahan bagi Wartawan di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Kamis (28/4/2011).

Menurut Dr Roy, agen dugaan penyebab KLB keracunan makanan paling banyak disebabkan oleh mikroba yaitu sebesar 21 persen, sedangkan bahan kimia 13 persen dan sisanya tidak ada sampel.

Berikut pangan penyebab kejadian luar biasa keracunan pangan yang disampaikan oleh Dr Roy:

  1. Masakan rumah tangga (562 kasus)
  2. Pangan olahan (205 kasus)
  3. Pangan jasa boga atau jasa catering (271 kasus)
  4. Pangan jajanan (186 kasus)
  5. Lain-lain (15 kasus)
  6. Tidak dilaporkan (25 kasus)

"Jadi terlihat masakan rumah tangga paling banyak menyebabkan kasus keracunan makanan," jelas Dr Roy.

Masakan rumah tangga bisa dikategorikan juga pada pangan produksi UKM (Usaha Kecil Menengah), termasuk Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP).

Pangan yang dihasilkan UKM/IRTP sebagian besar dikonsumsi masyarakat menengah ke bawah termasuk anak-anak sekolah.

"Dengan demikian, pangan UKM yang tidak aman berdampak dapat membahayakan kesehatan konsumen, bahkan jika berlangsung berlarut-larut dapat berdampak menghambat perkembangan SDM generasi yang akan datang," jelas Prof Dr Ir Dedi Fardiaz, MSc, peneliti senior Southeast Asi Food and Agricultural Science and Technology Center (SEAFAST Center) Institut Pertanian Bogor.

Prof Dedi menjelaskan, penyakit karena pangan paling sering menyebabkan diare, yaitu gejala ringan keracunan makanan yang jarang disadari orang.

"Diare itu sudah gejala keracunan, tapi kan orang tidak sadar kalau dia mengalami keracunan makanan," jelas Prof Dedi.

Bagaimana menanganinya?

Masalah utama dari produksi industri rumah tangga pangan (IRTP) adalah karena kurangnya higienitas fasilitas dan kegiatan, serta sanitasi yang tidak memadai.

"Sebenarnya caranya sederhana saja, seperti pakai sarung tangan. Nggak usah sarung tangan yang mahal-mahal, cukup pakai kantong plastik kan bisa. Sarung tangan melindungi pangan dari pencemaran melalui jari-jari tangan. Lalu bisa pakai tudung saji, tudung saji itu luar biasa sekali manfaatnya," jelas Prof Dedi.

Selain itu, ada pesan keamanan pangan yang sederhana tapi penting yang disampaikan Prof Dedi, yaitu sebagai berikut:

  1. Cuci tangan sebelum mengolah makanan
  2. Jangan mengolah pangan tanpa mengenakan pakaian
  3. Pakai tutup kepala, gunakan celemek dan sarung tangan.
  4. Jangan masak di dekat kandang dan hewan peliharaan
  5. Jangan kerja (mengolah makanan) di lantai
  6. Jangan kerja (mengolah makanan) dekat tempat sampah.