Senin, 20 Desember 2010

Sejarah timnas Indonesia di semua even dan Daftar 25 pemain seleksi AFF Suzuki Cup 2010



Tim nasional sepak bola Indonesia



Indonesia
Lambang asosiasi
JulukanMerah Putih
AsosiasiPersatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia
KonfederasiAFC (Asia)
PelatihBendera Austria Alfred Riedl
Asisten PelatihBendera Indonesia Widodo C Putro
Bendera Jerman Wolfgang Pikal
KaptenBambang Pamungkas
Penampilan terbanyakBambang Pamungkas (72)
Pencetak gol terbanyakBambang Pamungkas (34)
Kode FIFAIDN
Peringkat FIFA127
Peringkat FIFA tertinggi76 (September 1998)
Peringkat FIFA terendah153 (Desember 1995, Desember 2006 dan Juli 2008)
Peringkat Elo129
Peringkat Elo tertinggi35 (November 1969)
Peringkat Elo terendah155 (4 Desember 1995)
Seragam timSeragam timSeragam tim
Seragam tim
Seragam tim
Kostum kandang
Seragam timSeragam timSeragam tim
Seragam tim
Seragam tim
Kostum tandang
Pertandingan internasional pertama
Bendera Belanda Hindia-Belanda 7–1 Jepang
(Manila, Filipina; 13 Mei, 1934)
Kemenangan terbesar
Indonesia 13 - 1 Filipina
(Jakarta, Indonesia; 23 Desember 2002)
Kekalahan terbesar
Denmark 9 - 0 Indonesia
(Kopenhagen, Denmark; 3 September 1974)
Piala Dunia
Penampilan1 (Pertama kali pada 1938)
Hasil terbaikBabak 1 (1938, sebagaiHindia-Belanda)
Piala Asia
Penampilan4 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaikBabak 1 (1996, 2000, 2004,2007)
Tim nasional sepak bola Indonesia memiliki kebanggaan tersendiri, menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFApada tahun 1938. Saat itu mereka masih membawa nama Hindia Belanda dan kalah 6-0 dari Hongaria, yang hingga kini menjadi satu-satunya pertandingan mereka di turnamen final Piala Dunia. Indonesia, meski merupakan negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tidak termasuk jajaran tim-tim terkuat di AFC.
Di kancah Asia Tenggara sekalipun, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara Piala AFF (dulu disebut Piala Tiger). Prestasi tertinggi Indonesia hanyalah tempat kedua di tahun 2000, 2002, dan 2005. Di ajang SEA Games pun Indonesia jarang meraih medali emas, yang terakhir diraih tahun 1991.
Di kancah Piala Asia, Indonesia meraih kemenangan pertama pada tahun 2004 di China setelah menaklukkan Qatar 2-1. Yang kedua diraih ketika mengalahkan Bahrain dengan skor yang sama tahun 2007, saat menjadi tuan rumah turnamen bersama Malaysia, Thailand, danVietnam.

Kostim nasional Indonesia tidak hanya merah-putih sebab ada juga putih-putih, biru-putih, dan hijau-putih. Menurut Bob Hippy, yang ikut memperkuat timnas sejak tahun 1962 hingga 1974, kostum Indonesia dengan warna selain merah-putih itu muncul ketika PSSImempersiapkan dua tim untuk Asian Games IV-1962, Jakarta.[sunting]Kostum

Saat itu ada dua tim yang diasuh pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnic, yakni PSSI Banteng dan PSSI Garuda. Yang Banteng, yang terdiri dari pemain senior saat itu, seperti M. Zaelan, Djamiat Dalhar, dan Tan Liong Houw, selain menggunakan kostum merah-putih juga punya kostum hijau-putih. Sedangkan tim Garuda, yang antara lain diperkuat Omo, Anjik Ali Nurdin, dan Ipong Silalahi juga dilengkapi kostum biru-putih. Tetapi, setelah terungkap kasus suap yang dikenal dengan "Skandal Senayan", sebelum Asian Games IV-1962, pengurus PSSIhanya membuat satu timnas. Itu sebabnya, di Asian Games IV-1962, PSSI sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa karena kemudian kedua tim itu dirombak. Selanjutnya digunakan tim campuran di Asian Games.
Mulyadi (Fan Tek Fong), asisten pelatih klub UMS, yang memperkuat timnas mulai tahun 1964 hingga 1972, menjelaskan bahwa setelah dari era Asian Games, sepanjang perjalanan timnas hingga tahun 1970-an, PSSI hanya mengenal kostum merah-putih dan putih-putih. Begitu juga ketika timnas melakukan perjalanan untuk bertanding di sejumlah negara di Eropa pada tahun 1965. Saat itu setiap kali bermain, kita hanya menggunakan merah-putih dan putih-putih dengan gambar Garuda yang besar di bagian dada hingga ke perut. Seragam hijau-putih kembali digunakan saat mempersiapkan kesebelasan pra-Olimpiade 1976, dan kemudian digunakan pada arena SEA Games XI-1981 Manila. "Begitu juga ketika Indonesia bermain di Thailand, di mana saat itu Indonesia menjadi runner-up Kings Cup 1981," kata Ronny Pattinasarani yang memperkuat PSSI tahun 1970-1985.
Di Piala Asia 2007 yang digelar mulai 8 Juli hingga Minggu 29 Juli, Nike juga telah mendesain kostum tim nasional Indonesia, tetapi kali ini bukan hijau-putih, melainkan putih-hijau. Tentu tetap dengan detail yang sama, seperti Garuda yang selalu bertengger di dada.

[sunting]Sejarah Indonesia di Piala Dunia FIFA


Pemain Hindia Belanda di Piala Dunia 1938
Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepangkarena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.
Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936 milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) punya bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) sebuah organisasi sepak bola orang-orang Belanda di Hindia Belandamenaruh hormat kepada Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) lantaran Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB)yang memakai bintang-bintang dari NIVBkalah dengan skor 2-1 lawan Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ)salah satu klub anggota PSSIdalam sebuah ajang kompetisi PSSI ke III pada 1933 diSurabaya.
NIVU yang semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasisepak bola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.
Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVUdiberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.
Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938 mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan Achmad Nawir(kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua NIVU, Johannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland. [1]

[sunting]Pertandingan melawan Hongaria

Pada 5 Juni 1938, sejarah mencatat pembantaian tim Hungaria terhadap Hindia Belanda. Mereka bermain di Stadiun Velodrome Municipal, Reims, Perancis. Sekitar 10.000 penonton hadir menyaksikan pertandingan ini. Sebelum bertanding, para pemain mendengarkan lagu kebangsaan masing-masing. Kesebelasan Hindia Belanda mendengarkan lagu kebangsaan Belanda Het Wilhelmus. Karena perbedaan tinggi tubuh yang begitu mencolok, walikota Reims menyebutnya, "saya seperti melihat 22 atlet Hungaria dikerubungi oleh 11 kurcaci."
Meski strategi tak bisa dibilang buruk, tapi Tim Hindia Belanda tak dapat berbuat banyak. Pada menit ke-13, jala di gawang Mo Heng bergetar oleh tembakan penyerang Hongaria Vilmos Kohut. Lalu hujan gol berlangsung di menit ke-15, 28, dan 35. Babak pertama berakhir 4-0. Nasib Tim Hindia Belanda tamat pada babak kedua, dengan skor akhir 0-6. Pada saat itu Piala Dunia memakai sistem knock-out.
Meskipun kalah telak, surat kabar dalam negeri, Sin Po, memberikan apresiasinya pada terbitan mereka, edisi 7 Juni 1938 dengan menampilkan headline: "Indonesia-Hongarije 0-6, Kalah Sasoedahnja Kasi Perlawanan Gagah".[2]

[sunting]Rekor Turnamen

[sunting]Rekor Penampilan di Piala Dunia FIFA

Rekor Penampilan di Piala Dunia FIFA
Tuan Rumah / TahunHasilPosisiMSKGMGK
Bendera Uruguay 1930Tidak Ikut------
Bendera Italia 1934Tidak Ikut------
Bendera Perancis 1938Babak 1 (sebagai Hindia Belanda)1400106
Bendera Brasil 1950Mengundurkan diri------
Bendera Swiss 1954Tidak Ikut------
Bendera Swedia 1958Mengundurkan diri selama kualifikasi------
Bendera Chili 1962Mengundurkan diri------
Bendera Inggris 1966 sampai Bendera Meksiko 1970Tidak Ikut------
Bendera Jerman Barat 1974 sampai Bendera Afrika Selatan 2010Tidak lolos kualifikasi Asia------
Bendera Brasil 2014Akan diputuskan
Bendera Rusia 2018Akan diputuskan
Bendera Qatar 2022Akan diputuskan
Total1/19Round 100106
Sejarah final Piala Dunia FIFA 1938
TahunBabakNilaiHasil
1938Babak 1 Hindia-Belanda 0 – 6 HongariaKalah

[sunting]Sejarah Tim Nasional di Piala Asia AFC

TahunHasilPoinMSKGMGK
Bendera Hong Kong 1956Tidak ikut------
Bendera Korea Selatan 1960Tidak ikut------
Bendera Israel 1964Tidak ikut------
Bendera Iran 1968Tidak lolos kualifikasi------
Bendera Thailand 1972Tidak lolos kualifikasi------
Bendera Iran 1976Tidak lolos kualifikasi------
Bendera Kuwait 1980Tidak lolos kualifikasi------
Bendera Singapura 1984Tidak lolos kualifikasi------
Bendera Qatar 1988Tidak lolos kualifikasi------
Bendera Jepang 1992Tidak lolos kualifikasi------
Bendera Uni Emirat Arab 1996Babak 1101248
Bendera Lebanon 2000Babak 1101207
Bendera Republik Rakyat Cina 2004Babak 1310239
Bendera IndonesiaBendera MalaysiaBendera ThailandBendera Vietnam 2007Babak 1310234
Bendera Qatar 2011Tidak lolos kualifikasi----
Total

Terbaik: Babak 1
82281028

[sunting]Sejarah Tim Nasional di Piala AFF

TahunPrestasi
Bendera Singapura 1996Peringkat 4
Bendera Vietnam 1998Peringkat 3
Bendera Thailand 2000Runner-up
Bendera IndonesiaBendera Singapura 2002Runner-up
Bendera MalaysiaBendera Vietnam 2004Runner-up
Bendera SingapuraBendera Thailand 2007Babak penyisihan grup
Bendera IndonesiaBendera Thailand 2008Semifinal
Bendera IndonesiaBendera Vietnam 2010

[sunting]Susunan Tim Nasional Senior

[sunting]Tim Utama

Pelatih: Alfred Riedl Bendera Austria
Daftar 25 pemain seleksi AFF Suzuki Cup 2010
No.PosisiPemainTanggal Lahir (Usia)PenampilanGolKlub
1GKMarkus Haris Maulana14 Maret 1981 (umur 29)290Bendera Indonesia Persib Bandung
12GKFerry Rotinsulu28 Desember 1982 (umur 27)30Bendera Indonesia Sriwijaya FC
23GKKurnia Meiga Hermansyah7 Mei 1990 (umur 20)00Bendera Indonesia Arema FC
2DFMohammad Nasuha15 September 1984 (umur 26)90Bendera Indonesia Persija Jakarta
3DFZulkifly Syukur3 Mei 1984 (umur 26)60Bendera Indonesia Arema FC
5DFMaman Abdurrahman12 Mei 1982 (umur 28)462Bendera Indonesia Persib Bandung
7DFBenny Wahyudi20 Maret 1986 (umur 24)50Bendera Indonesia Arema FC
22DFMuhammad Ridwan8 Juni 1980 (umur 30)385Bendera Indonesia Sriwijaya FC
26DFMuhammad Roby12 September 1985 (umur 25)140Bendera Indonesia Persisam Putra Samarinda
23DFHamka Hamzah29 Januari 1984 (umur 26)130Bendera Indonesia Persipura Jayapura
29DFYesaya Desnam25 Juni 1985 (umur 25)10Bendera Indonesia Persiwa Wamena
6MFTony Sucipto12 Februari 1986 (umur 24)51Bendera Indonesia Persija Jakarta
8MFEka Ramdani18 Juni 1984 (umur 26)201Bendera Indonesia Persib Bandung
10MFOktovianus Maniani10 Oktober 1990 (umur 20)83Bendera Indonesia Sriwijaya FC
14MFArif Suyono3 Januari 1984 (umur 26)184Bendera Indonesia Sriwijaya FC
15MFFirman Utina (Kapten)15 Desember 1981 (umur 29)416Bendera Indonesia Sriwijaya FC
19MFAhmad Bustomi13 Juli 1985 (umur 25)80Bendera Indonesia Arema FC
17FWIrfan Bachdim11 Agustus 1988 (umur 22)62Bendera Indonesia Persema Malang
13FWDendi Santoso16 Mei 1990 (umur 20)00Bendera Indonesia Arema FC
9FWChristian González30 Agustus 1976 (umur 34)65Bendera Indonesia Persib Bandung
20FWBambang Pamungkas10 Juni 1980 (umur 30)8234Bendera Indonesia Persija Jakarta
21FWYongki Aribowo23 November 1989 (umur 21)42Bendera Indonesia Arema FC
11FWJohan Juansyah25 Oktober 1988 (umur 22)10Bendera Indonesia Persijap Jepara
  • Penampilan dan gol akurat per 17 Desember 2010